Senin, 27 Desember 2010

Ciri Cowok yang Masih Perjaka dan Tidak Perjaka

Ciri-Ciri Cowok yang Masih Perjaka

Ciri-Ciri Cowok yang Masih Perjaka. Buat kamu para pria alias cowok [termasuk gue sendiri], di antara kamu ada yang masih perjaka gak neh?? Biasanya keperjakaan seorang cowok itu terenggut dan hilang pada saat lagi dikamar mandi, iya kan? Ngaku aja dehh.!!

Hal itu bener ato nggak, mari kita buktikan dengan mengetahui beberapa ciri-ciri cowok yang masih perjaka ato nggak.

Berikut ini adalah ciri-ciri cowok yang sudah hilang keperjakaan’nya :
1. Perut pada bagian pinggang mulai kendor
2. Pada bagian lutut kalo di pukul berbunyi keras sekali
3. Suka berfikiran negatif pada umumnya
4. Memiliki kondisi yang sangat lemas karena sering onani he..he…
5. dll

Semoga kamu bukan orang yang termasuk kehilangan keperjakaan yang telah direnggut oleh perbuatan kamu sendiri pada saat berada di kamar mandi. [tapi kaya'nya hampir semua cowo deh..]

**ADA LAGI..!!!

Sebenernya gak cuma cewek doank yang bisa dibedain keperawanannya. Emang gak banyak orang tau gimana cara nge’bedain keperjakaan cowo. tapi ada satu lagi ciri cowo yang udah gak perjaka.
Menurut Seksolog :
- Kalo cowo masih perjaka, pasti Mr. P-nya merah dan masih kenceng kulit kelaminnya.
- Sedangkan kalo cowo udah gak perjaka pasti Mr. P-nya hitam dan keriput2 kulit kelaminnya, semakin dia sering ngelakuin, pasti warnanya tambah hitam dan kulitnya tambah keriput..
Kira-kira begitulah ciri-ciri cowok yang masih perjaka. Buat kamu para cowok-cowok, apakah masih perjaka? Nah, buat para cewek-cewek sekarang jadi tau kan gimana nge’bedain ciri-ciri cowok yang masih perjaka ato nggak. Emm, suka yang merah apa yang hitam?! wah.. hayo ngaku!!
 
sumber : http://dunia-panas.blogspot.com/2010/12/ciri-tanda-cowok-yang-masih-perjaka-dan.html
Read more ..."
lintasberita

Zulkifli Syukur Bek Timnas Indonesia Mantan Tukang Cuci Piring Untuk Beli Sepatu Bola

Nama Zulkifli Syukur semakin dikenal seantero Indonesia sebagai bek yang tangguh. Berkat andilnya, Timnas Indonesia mampu mempertahankan kemangan 1-0 atas Filipina di babak Semifinal Pertama Piala AFF yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 16 Desember lalu.

http://www.fajar.co.id/photohead/1292687547-zul-afp.jpg

Saat itu Filipina nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-73. Beruntung palang pintu Indonesia kelahiran Makassar 3 Mei 1984 ini berhasil menghalau bola lewat sundulan kepalanya. Tapi siapa sangka Zulkifli sewaktu kecil menjadi tukang cuci piring di warung coto Makassar. Ini dikisahkan tante Zulkifli bernama, Hajah Nursiah, 72 tahun.

Sepeninggal ayahnya, M Syukur, beberapa tahun yang lalu, Zul pun tinggal bersama Nursiha sampai usia belasan tahun. Soalnya ibunya, Hajah Mardiyana, tinggal di Timika-Papua.

Hobi bermain bola anak keempat dari lima bersaudara ini sudah terlihat di usia delapan tahun. Kala itu pemain Arema Indonesia ini masih duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar Negeri Sudirman.

Sehabis pulang sekolah, kenang Nursiah dia langsung bermain bola. Biasanya main depan rumah atau main dilapangan Hasanuddin dan Karebosi. “Saya biasa larang kalau main bola. Karena bajunya pasti kotor dan hari-hari dicuci. Waktu itu kami tidak tahu kalau ternyata main bola bisa menghasilkan,” ucap Nursiah dengan mata berkaca-kaca.

Wanita paruh baya ini menambahkan, walau dilarang, Zul tetap ongotot bermain bola. Bahkan ia rela kerja serabutan untuk membeli sepatu demi hobbinya itu. “Dia (Zul) pernah kerja jadi tukang cuci piring di warung coto Makassar dekat rumah, tukang parkir, dan kerja selokan. Semua itu dilakukannya untuk beli sepatu. Dan sungguh kami tidak tahu,”jelasnya.

Dimata dia, Zul merupakan anak yang ulet dan disiplin, apapun yang dikerjakan agar bisa menghasilkan uang. Karena dia sendiri mengaku, kehidupan ekonomi saat itu hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Setelah Zul memasuki remaja, dia pun masuk ke klub lokal Persim Maros. Bakatnyanya pun sudah terasa hingga PSM pun meliriknya. Setahun di skuad Pasukan Ramang selanjutnya ke Bontang, Persim Minahasa dan Arema Indonesia.

Di Arema lah Zul mulai dikenal, hingga dipanggil masuk di timnasional membela Indonesia diajang bergengsi sepakbola Internasional. “Sejak kejuaraan ini digelar, sebelum tampil dia pasti menelpon kerumah. Saya pun mendoakannya. Supaya dia bisa konsen main dan Indonesia menang,”tuturnya.

Paman Zul, Haji Muh Gazali, 65 tahun, adalah mantan pengurus PSM era 90-an. Ia mengatakan, kalau Zul sudah menelpon, keluarga pun langsung menggelar nonton bareng dirumah ini. “Harapan kami sekeluarga, menghadapi Malaysia dipartai Final di Leg Pertama pada 26 Desember, Zul bisa bermain tenang, perbaiki kondisi dan jangan terpancing emosi,”bebernya.

Di rumah bercat putih-ungu berlantai dua berukuran kecil inilah, Zul tinggal. Kini rumah tersebut dihiasi poster berukuran besar. Terlihat Zul berpose dengan timnas lainny.

sumber tempointeraktif.com Read more ..."
lintasberita

5 Yang Tidak Disukai Alfred Riedl Ketika Wawancara

Seiring melesatnya popularitas tim nasional Indonesia, pelatih Alfred Riedl pun terkena imbasnya. Meski pelatih 61 tahun asal Austria ini tak menginginkan atau menyadarinya.

Riedl terkenal keras dalam menerapkan disiplin kepada para pemainnya. Pelatih asal Austria itu tak ragu memarahi pemainnya bila melanggar aturan yang sudah dibuatnya.

http://koranbogor.com/wp-content/uploads/2010/12/Alfred-Riedl.jpg

Ketegasan Riedl terbukti saat mencoret nama Boaz Solossa dari timnas. Striker Persipura Jayapura itu didepak setelah tak kunjung memenuhi panggilan PSSI mengikuti pemusatan latihan tahap terakhir.

Di lapangan, Riedl juga tak segan-segan memarahi pemainnya yang tak serius dalam latihan. Tak peduli apakah pemain tersebut bintang lapangan atau tidak. Seluruh pemain diperlakukan sama oleh Riedl.

Tak hanya kepada para pemainnya, sikap yang sama juga ditunjukkan Riedl saat bersinggungan dengan media. Riedl tak segan-segan menegur, bahkan menolak permintaan wartawan bila tak sesuai dengan prinsipnya.

Selama menangani timnas, setidaknya terekam lima hal yang tidak disukai oleh Riedl saat berhadapan dengan wartawan. Baik itu saat jumpa pers maupun ketika diwawancara seusai memimpin anak buahnya.

Berikut 5 hal paling dibenci Riedl saat sesi wawancara:
 
1. Suara gaduh saat jumpa pers
Dalam jumpa pers pertamanya di Indonesia, Riedl telah memberi lampu kuning kepada para wartawan. Riedl berang ketika terjadi kegaduhan saat dirinya sedang menjawab pertanyaan salah seorang wartawan.

"If you are my players, you will have a trouble (Jika Anda pemain saya, maka Anda akan mendapatkan masalah)," katanya kala itu.

2. Pertanyaan seputar penampilan pemainnya secara individuDalam sesi tanya jawab, Riedl juga tidak akan pernah mau memberikan penilaian mengenai penampilan masing-masing pemainnya. Riedl juga tidak pernah menyalahkan ataupun memuji salah satu pemainnya.

Menurut Riedl keberhasilan timnya dalam sebuah pertandingan bukan hasil kerja satu pemain saja. "Kalau kami kalah, silahkan salahkan saya," katanya.

3. Diarahkan oleh 'sutradara'
Euforia kemenangan beruntun timnas di Piala AFF 2010 disambut dengan antusias oleh media. Terbukti dengan meningkatnya jumlah peliput yang selalu hadir pada setiap latihan timnas.

Lonjakan arus pemberitaan timnas mulai meningkat sejak Indonesia sukses mempermalukan Malaysia 5-1. Beberapa pemain yang dianggap sebagai bintang pun menjadi incaran seluruh media hingga infotainment.

Riedl kembali berang saat beberapa media mulai melakukan wawancara di Hotel Sultan, Senayan, tempat timnya menginap. Apalagi, saat media meminta pemain-pemainnya untuk mengucapkan kata-kata promo di depan kamera. Riedl
sendiri dengan tegas menolak untuk melakukan hal tersebut.

"Anda tidak perlu mengatur teks yang akan saya sampaikan di depan kamera," katanya saat diminta mengucapkan himbauan agar penonton tidak membawa kembang api ke dalam stadion.

4. Mengangkat telepon saat jumpa persDi Palembang, Alfred Riedl pernah menegur salah seorang wartawan yang mengangkat teleponnya saat dirinya memberikan penjelasan. Menurutnya, sikap tersebut tidak sopan dan tidak menghargai dirinya.

"Sangat tidak sopan bila Anda berbicara dengan orang lain saat saya memberikan penjelasan mengenai pertanyaan Anda,"katanya.

5. Sentuhan fisik
Menepuk pundak bagi sebagian orang merupakan simbol keakraban. Namun, hal ini sepertinya tidak berlaku bagi Alfred Riedl.

Dalam sebuah kesempatan Riedl terlihat kesal setelah pundaknya ditepuk oleh seorang wartawan seusai memberikan keterangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Dengan nada serius Riedl mengatakan "Jangan pernah sentuh saya. "Saya tidak bercanda, jangan pernah mengulanginya lagi," tegasnya.


Sumber : http://blognyajose.blogspot.com/2010/12/blog-post.html
Read more ..."
lintasberita
 

Follow My Instagram

@ahmadyusri